Ramadhan tanpa kesan

Ramadhan sudah memasuki hari ke 19. Belum ada kesan apapun dalam diri saya tentang hikmah ramadhan kali ini. Kehidupan ramadhan saya kali ini hanya diisi dengan kerja, kerja ..dan kerja. bahkan sampai jam 1 malam sekalipun . Tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengatasi kezaliman ini. Ya Allah…ampuni aku..

Ramadhan untuk pertama kalinya di Jakarta ini bukannya membuat saya lebih mendekatkan diri kepadaNya akan tetapi justru membuat saya semakin menjauh. Workacholic, begitu beberapa teman saya menjuluki saya karena sulit sekali ada waktu bahkan sekedar untuk buka puasa bersama . Hampir selalu saya berbuka puasa bersama komputer kesayangan di kantor. Banyak yang mencela, “lo lebih takut ama Tuhan apa ama bosmu?”. Aku jawab pastilah lebih takut kepada Tuhan. Akan tetapi, Tuhan adalah Sang Maha Pengampun, sedangkan manusia adalah pendendam. Tuhan-lah Yang Maha Mengerti kondisiku saat ini yag berada pada posisi terjepit sedangkan atasanku terbukti berpuasa saja beliau bolong-bolong, tentu saja tidak akan bisa mengerti beratnya orang yang berpuasa dan pentingnya tarawih. Dan kehidupanku yang seperti ini juga Tuhan pula yang mengatur sebagai semacam ujian.

Ramadhan masih 10 Hari lagi. Ujian ini seperti terlewatkan begitu saja olehku. Seolah-olah tiada kesan apapun pada Ramadhan ini. Mudah-mudahan saja masih ada sedikit hikmah yang bisa aku petik dari Ramadhan ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *