Sisi lain Pemilu 2009

Partisipan Pemilu 2009
Partisipan Pemilu 2009

Seperti sering terjadi menjelang libur panjang, para pendatang yang mengadu nasib di kota-kota besar memenuhi Terminal dan Stasiun untuk membeli tiket. Saya termasuk salah satu di antara jutaan orang ini. Berebutan agar tidak kehabisan tiket. Maklum saja, kehabisan tiket di liburan panjang merupakan yang lumrah dan bukan sesuatu yang penting untuk mendapat perhatian khusus di Indonesia. Apalagi para wakil rakyat dan pemerintah kan sudah memiliki mobil pribadi, jadi ga perlu pusing mikirin transportasi rakyat. Tapi tak apalah, ketidakpedulian seperti inipun sudah dianggap lumrah oleh rakyat sehingga ketidakpedulian mereka terhadap pemilu legislatifpun semestinya dapat dianggap efek yang wajar, terbukti dengan tingginya jumlah golput pada Pemilu 2009 ini.

Kebanyakan masyarakat justru beramai-ramai pulang ke kampung halaman bukan karena ingin berpartisipasi dalam Pemilu 2009 ini. Itu hanya tujuan sampingan. Sekedar alasan agar bisa pulang kampung dan tidak dipaksa lembur oleh atasannya di kantor. Tujuan utama mereka adalah berkumpul dan berlibur bersama keluarga, berekreasi bersama sanak famili di kampung halaman,…setelah mencontreng bagi yang terbersit niat mencontreng dalam hatinya. Sepinya TPS dapat dijadikan bukti bahwa masyarakat sudah tidak memiliki antusias untuk mengetahui hasil perhitungan suara eperti yang sering terjadi di pemilu-pemilu terdahulu.

TPS sepi
TPS sepi

Saya memprediksi kondisi ini akan semakin parah pada Pemilu 2014 dan selanjutnya apabila Legislatif dan Eksekutif yang dipilih oleh rakyat melalui pemilu ini tidak segera berbenah diri. Apalagi bila terbukti bahwa legislatif yang notabene wakil rakyat semakin sering tidur dalam rapat paripurna, sering baca koran saat Pidato Pimpinan Rapat, atau yang paling parah…sering absen dalam mewakili rakyat di Sidang DPR/MPR karena wakil rakyat itu hanya berlaku saat kampanye dan pemilu. Setelah itu…wakil perut sendiri. Tentu saja rakyat akan berpikir, “Lalu apa yang penting dalam Pemilu? Gak ada. Kita liburan aja deh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *