When you feel alone

It’s been 9 days since my wife contributed as one case in covid-19. And it became a complete kick on my head when she has to be inpatient. Today new combo-kicks are hitting my head again. My daughter suspected as a new covid-19 case while the PCR test result will released in 2-3 days. Her mother still inpatient, and her brother still not an independent boy. It would be complicated for the next 14 days.


For many years I never felt alone as today. I can talk to nobody about how bad of my feel. It’s like some mountains are playing soccer in my head with himalaya as the referee haha … but the good news is there are no tackling among mountains (damn..what am I talking about haha).
Well, anyway, everything happened and they have to be taken. In fact, everybody is just waiting for their turn to be infected. Until today, nobody able to avoid covid-19. Yes,that’s right,…nobody.


Yaa Allah … if this is a punishment for my sins, I hope You open Your sky doors to accept my apologize. At this point, I got Your message that human is so weak and they only have sujud and begging for Your mercy. There are no god but You.

Doktrinasi Brand, belenggu intelektual yang menyedihkan

Berbicara tentang kekuatan doktrinasi brand produk-produk IT, saya yakin anda pernah mendengar kalimat seperti ini, “Database yang paling hebat itu ya database A. Ga ada yang bisa mengalahkan deh.” Atau kalimat ini, “Hari gini masih pake bahasa pemrograman B?? pake bahasa C dong?”. Yang lebih parah lagi kalo sudah berhubungan dengan Operating System. Linux pasti jadi anak haram yang paling dipinggirkan terutama oleh orang-orang marketing saat melakukan presentasi. “Buah-buahan” selalu jadi icon paling menyegarkan untuk digunakan dalam kegiatan-kegiatan presentasi.

Continue reading “Doktrinasi Brand, belenggu intelektual yang menyedihkan”

Politik, pembunuh berdarah dingin bagi rakyat

Entah kenapa inspirasi untuk menambahkan catatan-catatan elektronik (e-catatan)  ini  seolah-olah menjadi pola tahunan setiap maret . Tapi masih baguslah, paling nggak masih ada kepedulian terhadap e-catatan ini.

Politik negeri saat ini sedang dalam dinamika yang tidak sehat. Hampir seluruh rakyat Indonesia bahkan tidak berharap ada profesi yang bernama politikus . Bahkan banyak yang menginginkan negara ini kembali ke jaman rezim-rezim lama, bahkan mungkin tidak sedikit yang berharap kembali ke jaman feodalisme.  Faktanya masih banyak rakyat di luar Yogyakarta yang lebih hormat kepada Sultan Keraton Yogyakarta daripada Presidennya sendiri. Continue reading “Politik, pembunuh berdarah dingin bagi rakyat”

Seleksi Alam untuk kestabilan Pasukan Tempur

Dua tahun !!! 

Waktu yang cukup lama untuk melupakan dunia mengetik bebas ini. Cukup untuk mendapatkan kata “teganya” dari kediaman cyberku ini. Sebenarnya hanya malu. Malu untuk mengakui bahwa betapa sulitnya untuk melepaskan diri dari zona nyamanku setelah post terakhirku begitu menggebu-gebunya aku sesumbar bahwa punya nyali untuk menelusuri jalan setapak yang sudah di depan mata.  Continue reading “Seleksi Alam untuk kestabilan Pasukan Tempur”

Kenyamanan semu seorang superior

Sebuah obrolan dengan seorang teman yang luar biasa di kantor telah memberiku inspirasi bahwa sudah waktunya aku harus mengambil langkah revolusioner dalam hidupku. Langkah yang harus kujejakkan pada jalan sempit gelap yang didampingi jurang maut di setiap sisinya. Keberanian untuk lepas dari kenyamanan kerja di ruangan ber-AC, pekerjaan-pekerjaan mudah, rekan-rekan kerja yang baik dan bersahabat, dan jaminan kesinambungan. Satu kalimat yang dikatakannya akhirnya menjadi motivasi bagiku untuk bangun dari mimpi indahku agar tersadar bahwa realitas kehidupan sebenarnya tidak seindah mimpi itu Continue reading “Kenyamanan semu seorang superior”

Web server kontroller GUI untuk KDE Linux

Saya sebenarnya tipe orang yang sangat malas menulis syntax2 shell untk hal-hal yang simple. Hanya untuk merestart web server saja, saya harus mengorbankan tuts-tuts di keyboard untuk dihentak demi tulisan “sudo service apache restart”. Atau harus me-load ulang database dengan kalimat membosankan “sudo service mysql restart” . Padahal kalau di produk-produk M$soft, semuanya hanya bisa dilakukan dengan satu klik saja.  Continue reading “Web server kontroller GUI untuk KDE Linux”

Bodohlah untuk bisa menjadi atasan….

Selalu saja tengah malam seperti ini, segala curahan keluhan, kekesalan, kebekuan pikiranku tercurah di sini. Masih terpikirkan ucapan seorang rekan di kantor yang mungkin saja ada benarnya. Banyak hal dan persoalan dalam pekerjaan yang mampu aku selesaikan dengan cara-cara yang efektif dan efisien. Namun ternyata justru itu lah yang jadi penyebab aku masih berada pada derajat seperti sekarang ini dalam pekerjaanku…..seorang kuli ketik bahasa komputer yang harus mampu memecahkan segala masalah yang dihadapi dalam dunia IT… Continue reading “Bodohlah untuk bisa menjadi atasan….”

Mengaktifkan USB peripheral di VirtualBox OSE

Bergelut dengan dunia IT di Indonesia ini memang sedikit menyusahkan. terkadang kita harus munggunakan lebih dari satu Operating System untuk memenuhi permintaan Client. Dan satu hal yang paling menyebalkan dari sifat umum client indonesia adalah pemalas …mmm, maksud saya, terlalu sibuk kalau diminta untuk UAT . Sehingga terpaksa kita sendiri yang melakukannya (**singkatannya jadi DAT dong??)  Continue reading “Mengaktifkan USB peripheral di VirtualBox OSE”

Refleksi Awal Tahun Pekerja Malam

Sudah hampir 90 malam aku berkeliaran di dunia antar-jaringan (baca:internet) sampe jam 3 – 4  pagi seperti ini. Gila emang, tapi emang baru jam segini aku baru punya waktu untuk mengerjakan project-project yang menumpuk di Ruang Project Management Cyber Office . Rutinitas ini mungkin akan seterusnya aku jalani sampai dengan rumah mungil impianku bisa terbeli. Sampai saat ini pun aku masih bersyukur dikaruniai tenaga dan spirit yang sedikit lebih tinggi derajatnya dibanding teman-teman lain yang maksimal hanya mampu menopang kelopak mata sampai jam 11 malam.  Continue reading “Refleksi Awal Tahun Pekerja Malam”

Hadirnya sang pembakar semangat….

Setelah sekian lama ‘melupakan’ dunia bloging, hari ini aku kembali menyambangi kediaman cyberku ini. Meskipun banyak yang mesti dibenahi di sana-sini karena lama tidak terurus, hati ini masih sedikit lega kediaman ini belum ambruk…

Semenjak kelahiran putriku yang manis Sabrina Aqila Putri pada tanggal  3 Sept 2010 kemarin, waktuku lebih banyak alokasikan untuk mengurus anak dan keluarga tercinta. Mulai dari pindahan kontrakan karena sudah pasti keluargaku membutuhkan ruang gerak yang lebih luas, mencari2 usaha sampingan, hingga mencari lowongan pekerjaan baru yang bisa memberikan gaji yang sedikit manusiawi. Dua bulan sudah putriku ini lahir ke dunia. Meskipun baru seumur masa aktif pulsa seluler, dia terpaksa sudah harus mengalami berbagai masalah dan menempuh perjalanan2 jauh. Semoga dia bisa kuat menjalaninya.  Kata orang, anak pertama biasanya memiliki rejekinya sendiri yang harus segera dicari oleh ayahnya. “Ayah berjanji, nak. Hakmu itu akan ayah raih untukmu. Doain ayah ya..