Manajemen Brilian Menuju Crash Landing

Lama sudah saya tidak nge-blog sejak libur lebaran kemarin. Lebaran tahun ini begitu indah. Bertemu dengan keluarga, sanak family meskipun jauh di kampung halaman yang untuk menjangkaunya saja harus berkorban sakit pinggang karena lamanya perjalanan dan puasa lanjutan karena gaji sudah habis untuk berlebaran. Sangat terasa betapa berharganya waktu liburan yang singkat ini.

Liburan selesai, kemudian aktivitaspun dimulai kembali dengan load pekerjaan romusha yang begitu menguras pikiran dan tenaga. Perusahaan tidak mau dirugikan karena harus membayar THR untuk karyawan. “Berlibur kok malah dibayar oleh perusahaan, mestinya kan gajinya malah dipotong karena ga masuk kerja”, begitu pendapat para pemegang kendali perusahaan tempat saya bekerja. Akhirnya karyawan harus bekerja siang dan malam tanpa lembur dengan alasan gajinya bulan ini lebih banyak.

Sungguh pemikiran yang “brilian” untuk manajemen perusahaan ini. Cukup untuk membuat 2 orang karyawan mengundurkan diri sekaligus bulan ini, dan 1 orang lainnya untuk bulan depan. Sementara itu, ejection seat saya sudah di depan mata. Tinggal menunggu sumbu dinamit terbakar habis…lalu berakhirlah sudah serial perusahaan ini di Fightmaster Explore. Bayang-bayang “crash landing” yang akan dialami perusahaan ini semakin nyata dengan perkiraan waktu yang progresif semakin dekat. Lalu munculah daftar produk-produk MIcrosoft di dalam benak saya saat ini : ” OUTLOOK for another OFFICE from my WINDOWS ”

Home sweet home

Tanggal 26 september, akhirnya tiba saatnya tiket bis karina di tanganku sudah harus mengantarku pulang ke kampung halaman di Jawa Timur . Jam 1 siang, saya dan 2 orang rekan yang kampung halamannya searah denganku sudah standby di ‘kandang’ bis Karina di kawasan Lebak Bulus. Akan tetapi sampai dengan jam 2 siang belum ada tanda-tanda keberangkatan…. Saya lalu konfirmasi ke bagian ticketing tentang keterlambatan ini. “Maaf pak, bisnya sedang diperbaiki di belakang, nggak tau sampai kapan. Mohon ditunggu aja pak”…wah kayaknya bakalan jadi perjalanan mudik yang kacau nih. Bayangkan kalau kerusakannya kumat lagi dalam perjalanan, bisa-bisa kami lebaran di jalan. Waktu berjalan terus ditengah teriakan perut dan usikan emosi di bulan puasa ini. Jam 3..jam 4..jam 5..dan bis yang sok selebritis itu pun akhirnya bertengger juga di area keberangkatan. Alhamdulillah, akhirnya kami tidak perlu berbuka puasa ataupun sahur di ruang tunggu.

Perjalanan kami ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Lancar dan nyaris tanpa hambatan. Syukurlah bayangan kemacetan puncak arus mudik tidak terjadi pada kami. Bahkan bis yang saya tumpangi masih sempat mampir di sebuah rumah makan di tepi pantai Tuban. Ada kesempatan bagiku untuk berfoto¬† di pantai sekedar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan¬† lagi. Pukul 2 siang keesokan harinya, bis sudah memasuki terminal Purabaya Surabaya, dan jam 5 sore saya sudah tidur-tiduran di kasur kesayanganku sambil menunggu waktu berbuka puasa dengan menu-menu kesukaanku . Home sweet home…akhirnya perjalanan melelahkan terlampaui sudah. Lebaran indah akan tiba beberapa hari lagi bersama orang tua dan adik-adikku tersayang..

Keep Fighting in Ramadhan

Ramadhan for this year is a heavy-ramadhan for me. I had spent almost my time at my office just for working and working... I do that because of my responsibility demand..no other reason. Yeah may be it has a devout value for me.  But now I just feel so weak, no more strength to keep fight in this Ramadhan... Perhaps it was happen since I never have enough time for take a rest.

However I wonder, Rasulullah and the khalifahs had amazing power and strength to go to war in the past, even ini Ramadhan... I belief that their mentally and phisycally condition were more extreme than mine. How can they do that? I’m sure they felt tired, weak and not confident too in Badar war. But, they stil had a spirit to keep fighting. Even they make the dead risk as a motivation. I can’t imagine that…

Ramadhan tanpa kesan

Ramadhan sudah memasuki hari ke 19. Belum ada kesan apapun dalam diri saya tentang hikmah ramadhan kali ini. Kehidupan ramadhan saya kali ini hanya diisi dengan kerja, kerja ..dan kerja. bahkan sampai jam 1 malam sekalipun . Tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengatasi kezaliman ini. Ya Allah…ampuni aku..

Ramadhan untuk pertama kalinya di Jakarta ini bukannya membuat saya lebih mendekatkan diri kepadaNya akan tetapi justru membuat saya semakin menjauh. Workacholic, begitu beberapa teman saya menjuluki saya karena sulit sekali ada waktu bahkan sekedar untuk buka puasa bersama . Hampir selalu saya berbuka puasa bersama komputer kesayangan di kantor. Banyak yang mencela, “lo lebih takut ama Tuhan apa ama bosmu?”. Aku jawab pastilah lebih takut kepada Tuhan. Akan tetapi, Tuhan adalah Sang Maha Pengampun, sedangkan manusia adalah pendendam. Tuhan-lah Yang Maha Mengerti kondisiku saat ini yag berada pada posisi terjepit sedangkan atasanku terbukti berpuasa saja beliau bolong-bolong, tentu saja tidak akan bisa mengerti beratnya orang yang berpuasa dan pentingnya tarawih. Dan kehidupanku yang seperti ini juga Tuhan pula yang mengatur sebagai semacam ujian.

Ramadhan masih 10 Hari lagi. Ujian ini seperti terlewatkan begitu saja olehku. Seolah-olah tiada kesan apapun pada Ramadhan ini. Mudah-mudahan saja masih ada sedikit hikmah yang bisa aku petik dari Ramadhan ini…

Finally, hosting baru…!!

Udah lama saya ingin menulis blog dalam hosting sendiri. Akhirnya bisa juga saya nge-blog di hosting sendiri . Bergabung dengan rekan-rekan seperjuangan dalam bendera e-nixsoft.com, akhirnya saya bisa lebih leluasa berkreasi dan menulis pemikiran-pemikiran saya di sini. Meskipun tidak melepaskan blog saya yang lama Fightmaster Thinking. Thanks berat buat rekan-rekan e-nixsoft.com. Semoga awal yang indah ini bisa menjadi cambuk bagi kita untuk maju..!!