Sisi lain Pemilu 2009

Partisipan Pemilu 2009
Partisipan Pemilu 2009

Seperti sering terjadi menjelang libur panjang, para pendatang yang mengadu nasib di kota-kota besar memenuhi Terminal dan Stasiun untuk membeli tiket. Saya termasuk salah satu di antara jutaan orang ini. Berebutan agar tidak kehabisan tiket. Maklum saja, kehabisan tiket di liburan panjang merupakan yang lumrah dan bukan sesuatu yang penting untuk mendapat perhatian khusus di Indonesia. Apalagi para wakil rakyat dan pemerintah kan sudah memiliki mobil pribadi, jadi ga perlu pusing mikirin transportasi rakyat. Tapi tak apalah, ketidakpedulian seperti inipun sudah dianggap lumrah oleh rakyat sehingga ketidakpedulian mereka terhadap pemilu legislatifpun semestinya dapat dianggap efek yang wajar, terbukti dengan tingginya jumlah golput pada Pemilu 2009 ini.

Kebanyakan masyarakat justru beramai-ramai pulang ke kampung halaman bukan karena ingin berpartisipasi dalam Pemilu 2009 ini. Itu hanya tujuan sampingan. Sekedar alasan agar bisa pulang kampung dan tidak dipaksa lembur oleh atasannya di kantor. Continue reading “Sisi lain Pemilu 2009”

3 bulan setelah ejection seat

Sebenarnya tulisan ini ingin saya blog-kan pada tanggal 1 maret kemarin. Ya…tepat 3 bulan setelah ejection seat saya lontarkan dari Satu-satunya, dan memulai penerbangan saya yang baru. Akan tetapi kesibukan di Perusahaan yang baru membuat saya tidak sempat melakukannya saat itu. Saat ini seluruh karyawan seperjuangan saya di tim teknis Satu-satunya telah meng-eject seat-nya masing-masing dan menjalani penerbangan mereka dengan berbagai dinamika dan liku-liku kehidupan mereka yang beragam. Sementara saya, alhamdulillah, telah menemukan kenyamanan di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Continue reading “3 bulan setelah ejection seat”

Modem Telkomsel Flash menggunakan Sony Ericson K800i

Sudah beberapa minggu ini saya mencari kesana kemari…trus ke sana lagi…trus kemari lagi..(halah, lebay..hehe)..mencari internet murah yang bisa bersalaman erat dengan dompet bulanan. Kebetulan saya menggunakan handphone Sony Ericsson K800i (SE K800i) yang memiliki fasilitas 3G. Setelah melalui beberapa percobaan  untuk kepentingan survey..(halah..), akhirnya saya sampai pada kesimpulan untuk menggunakan telkomsel Flash sebagai pilihan saya..(wah, wah mestinya saya dapet komisi marketing dari telkomsel nih hehehe). Continue reading “Modem Telkomsel Flash menggunakan Sony Ericson K800i”

Fatwa rokok MUI justru meresahkan

Beberapa hari ini masyarakat dibingungkan dengan fatwa MUI yang telah mengharamkan rokok untuk anak-anak dan wanita. Saya termasuk salah satunya yang masih bingung dengan fatwa MUI ini . Saya juga seorang perokok yang tentunya akan tetap tunduk kepada fatwa para ulama yang terhormat ini apabila mereka memang benar-benar bisa memberikan teladan yang baik bagi orang-orang yang awam dalam ilmu agama seperti saya. Namun saya menilai MUI seolah-olah ragu-ragu dalam mengeluarkan fatwa haram merokok tersebut. Bagaimana masyarakat bisa taat kepada fatwa-fatwa MUI apabila para ulama yang terhormat ini justru meresahkan masyarakat dengan fatwa-fatwa yang tidak logis. Continue reading “Fatwa rokok MUI justru meresahkan”

Tahun Pertama di Jakarta mengajarkan komitmen

Tahun 2008 baru saja terlewatkan tadi malam. Tahun yang penuh dengan dinamika dalam kehidupan saya. Lingkungan kerja yang berat dan tidak sesuai hidup saya, perjalanan cinta yang telah mencapai pelabuhan baru sebagai harapan akhir, persahabatan dan persaudaraan baru yang erat, semuanya tampil dalam slideshow kehidupan saya di tahun 2008. Di luar itu, beberapa kejadian juga terjadi di sekitar saya yang banyak memberikan pelajaran tentang komitmen. Mulai dari penghancuran komitmen kerja yang menyebabkan saya terpaksa hengkang dari perusahaan yang lama sampai dengan sebuah ikatan semu dua insan yang oleh pengikatnya disebut komitmen akan tetapi saya menyebutnya sebagai komitmen loncatan menuju komitmen lain . Continue reading “Tahun Pertama di Jakarta mengajarkan komitmen”

Fast Adaptation to Survive

It was more than a week ago I left the old company with my ‘ejection seat’. Now I have work at another bigger company with my big ambitions. I know it’s too early to assume that the company has a better management than the old one . I realize that every environment has good and bad sides. But I feel my new company is a better environment for me, for now . Better feel, better job, better salary , and better challenge make me excited to survive here.

In several my starting days, I felt so missed my friends in the old company . Of course it strikes my heart because of our strong bond of brotherhood for a long time couldn’t be forgotten as soon as it . But later it isn’t a problem. Everybody has a right to determine his/her life destination with the way to reach it. But brotherhood and friendship would never die even after ejection seats spread .

We’ll see…what will happened then. Nobody can predict anything in the future even me. I still run and see the environment. I hope it would be my last airport…

Arogan dalam krisis..Teori Baru Manajemen?

Hari Jumat 28 November kemarin adalah hari kerja terakhir saya di perusahaan ini. Untuk yang kesekian kalinya Presiden Komisaris perusahaan ini memanggil saya ke ruangannnya untuk menegosiasikan kembali pengunduran diri saya. Beliau menjanjikan berbagai iming-iming mulai dari kenaikan jabatan sampai dengan kenaikan gaji secara instan apabila saya mengurungkan niat saya. Akan tetapi saya tetap menyampaikan bahwa saya sudah melangkah dengan penuh pertimbangan dan tidak akan menarik kembali kaki yang telah saya langkahkan.. Continue reading “Arogan dalam krisis..Teori Baru Manajemen?”

Kursi-kursi yang lain mulai berlontaran….

Setelah saya mengajukan pengunduran diri pada Akhirnya Kursi Pelontar itu dilontarkan.. , beberapa rekan yang lain pun segera berontaran keluar dengan ejection seat mereka masing-masing. Maka kursi-kursi yang lain pun mulai berlontaran keluar dari penerbangan yang awalnya begitu tenang ini.

Sepulang melaksanakan tugas mempertebal muka lanjutan posting sebelumnya dari Semarang dan Surabaya, sebuah forwarded email dari partner kerja saya dalam team bertengger di posisi paling atas dalam daftar mail saya. Gila…..!! sebuah pengunduran diri lagi..bertambah lagi alumni perusahaan ini untuk yang kesekian kalinya. Lebih parah lagi, kali ini karyawan yang keluar adalah karyawan yang paling senior masa kerjanya di level kami.

Pukulan telakkah ini bagi perusahaan? Saya meragukan itu. Saya belum melihat adanya perbaikan kesadaran di pihak manajemen. Dengan arogansi mereka yang berlebihan saya yakin ini hal yang paling membahayakan bagi mereka. Karyawan yang paling senior saja memutuskan untuk mundur, itu artinya bagi karyawan yang lain tidak akan ada lagi pertimbangan lebih jauh dalam melihat kemungkinan untuk bertahan di perusahaan ini. Tidak akan ada lagi orang yang bisa dijadikan pembanding bahkan untuk sebuah kalimat “dia aja masih bertahan”. Semoga saja manajemen masih waras untuk tidak mempertaruhkan arogansi mereka dengan kemungkinan perusahan ini hanya tinggal nama di awal tahun depan.

Berlomba menuju pintu keluar

Sebuah SMS masuk ke handphone saya siang ini. Tertera nomer seorang rekan kerja dengan isi pesan berikut :
"Ok, selamat bergabung dengan PT *** ********* per tanggal 1 Desember 2008. thanx udah nungguin aku, so kita bisa cabut bareng".
Pesan ini maksudnya kesimpulan dari wawancaranya dengan perusahaan lain. Artinya bertambah satu lagi karyawan perusahaan ini yang hengkang karena kegagalan manajemen perusahaan. Dan ini juga berarti proses crash landing yang sering saya ceritakan semakin tajam .

Saya sangat menyayangkan pihak manajemen yang tidak juga mau mengintrospeksi gejala ini. Jika di review kembali sejak tulisan saya berjudul Awal Kejatuhan Perusahaan di Fightmaster Thinking dulu sampai dengan saat saya menuliskan ini, sudah 7 orang karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan. Entah berapa karyawan lagi yang akan mengundurkan diri dari perusahaan ini. Warning dari beberapa bagian middle management yang secara fungsional bersentuhan langsung dengan kami tidak juga diperhatikan oleh pihak manajemen.

Prediksi saya, tahun depan formasi karyawan di perusahaan ini akan berisi wajah-wajah baru dari hasil rekrutmen. Itu pun kalau perusahaan ini masih ada. Akan tetapi, wajah-wajah baru itu akan menjadi seperti ini juga kelak jika tidak ada perubahan pada manajemen dan sistem kerjanya. Kita lihat saja nanti…sepertinya menarik untuk diikuti perkembangannya…