Seleksi Alam untuk kestabilan Pasukan Tempur

Dua tahun !!! 

Waktu yang cukup lama untuk melupakan dunia mengetik bebas ini. Cukup untuk mendapatkan kata “teganya” dari kediaman cyberku ini. Sebenarnya hanya malu. Malu untuk mengakui bahwa betapa sulitnya untuk melepaskan diri dari zona nyamanku setelah post terakhirku begitu menggebu-gebunya aku sesumbar bahwa punya nyali untuk menelusuri jalan setapak yang sudah di depan mata. 

Namun dua tahun ini pula terhitung cukup singkat buatku untuk mendapatkan hikmah tentang apa itu sebuah perjuangan, apa itu sebuah pengorbanan, dan apa itu yang disebut dengan nyali pertempuran. Dalam dua tahun ini aku telah berhasil keluar dari istana kenyamanan seorang karyawan senior untuk menjadi orang jalanan yang berusaha menemukan arti sesuap nasi dalam cucuran keringat. Peluk cium istriku, Qila dan si bungsu Fadhil telah menopang punggungku untuk tetap tegak dan tetap optimis akan rahmat dan kasih sayang Allah SWT .  Memang tidak semua orang mampu untuk menghadapi tempaan jalan setapak ini. Dua orang rekan sudah menyerah , karena masih dalam pola pikirnya sebagai karyawan yang belum mampu memahami apa itu sebuah pengorbanan. Pengorbanan terhadap keluarga, pengorbanan terhadap waktu dan tenaga, bahkan pengorbanan untuk memahami sifat-sifat rekan dalam satu batalyon tempur ini.  Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa soliditas pasukan tempur bukan dibangun dengan melihat kekuatan teman, tetapi dengan memahami kekurangan teman. Dengan demikian saat ini pasukan tempur  ini kembali ke formasi awal, formasi yang ternyata terbukti paling kuat setelah diuji melalui spekulasi bongkar pasang. 

Tapi itulah seleksi alam. Alam, dengan sunnatullah yang diinjeksikan padanya, memiliki caranya sendiri untuk membuat segala bentuk sistem yang ada di jagad raya ini menjadi lebih stabil dan kokoh. Apapun submateri yang membuat suatu materi goncang akan dipindahkan oleh alam pada materi lain yang lebih baik namun sedang goncang agar materi tersebut juga menjadi stabilPada akhirnya semua akan berujung pada kebaikan dan kestabilan sesuai sunnatullah.  Insya Allah…..



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *