MUI: Haramkan Facebook, Fightmaster: Kalau Pisau??

MUI kembali berulah dengan fatwa-fatwa yang membingungkan. Saya masih belum bisa memahami  jalan pikiran para ulama ini meskipun otak ini sudah saya genjot semaksimal mungkin untuk mencapai logika yang benar menurut MUI. Karena seperti biasa, MUI selalu mengeluarkan fatwa tanpa memberikan alasan yang jelas dengan dalil yang cukup, baik dalam mengeluarkan fatwa maupun wacana.

Kali ini jejaring sosial terbesar dunia saat ini, Facebook yang jadi targetnya. Facebook Haram! demikian  wacana yang dicetuskan oleh MUI Jawa Timur. Meskipun baru wacana, namun ini sudah cukup menimbulkan keresahan karena banyaknya pro dan kontra. Menurut MUI, Facebook berpotensi menimbulkan perselingkuhan, seks bebas (*nge-seks lewat internet?? gimana caranya tuh?? bisa hamil ga?? ), dan berbagai hal negatif yang menurut mereka membahayakan aqidah umat Islam. Saya justru khawatir umat Islam hanya akan jadi bahan tertawaan karena hal-hal sepele serta fatwa2 yang kurang masuk akal seperti ini .

Saya ingin menganalogikan keberadaan Facebook ini dengan keberadaan sebuah pisau. Jika pisau ini dipegang seorang penjagal hewan, saya yakin pisau itu nantinya akan menyebabkan beberapa ekor sapi meregang nyawa. Jika dipegang seorang preman, saya hampir percaya bahwa suatu saat ada seorang cucu Adam yang akan terluka olehnya . Dan jika dipegang oleh seorang Ibu rumah tangga, ada kemungkinan justru membawa keharmonisan dalam keluarga karena masakan si Ibu yang sangat lezat dengan rajangan-rajangan tipis daging ayam goreng dalam masakan soto ayamnya .  Nah, mengapa pisau ini tidak diharamkan??

Tentu di dunia ini ada orang-orang yang dahulunya bersahabat karib kemudian terpencar oleh nasib sehingga hanya bisa bersilaturahmi melalui Facebook . Akankah mereka berselingkuh saat mereka saling mengatakan “Hai, apa kabar? kerja di mana sekarang?”. Atau apakah kita yakin mereka akan melakukan seks melalui Facebook (entah gimana caranya) saat mereka mengatakan “Eh, si A sudah menikah dan punya anak-anak yang lucu lho. Udah tau belum?”. Bisa dibayangkan jika MUI memutuskan silaturahmi mereka dengan mengharamkan Facebook. Apa kata dunia?? Apakah MUI juga akan mengeluarkan fatwa bahwa memutuskan silaturahmi itu halal???

9 thoughts on “MUI: Haramkan Facebook, Fightmaster: Kalau Pisau??

  1. Inilah yg dinamakan “Hal Simple di Rempongkan”. Lagian MUI yg aneh2 aja deh, kaya kurang kerjaan aja bikin fatwa mulu…
    facebook lah pake dibilang haram,, kalo gara2 buka facebook orang muslim jd pd suka ngemil kerupuk babi tuh baru boleh dibilang haram!!
    Yg begini nih yg bikin pandangan para non muslim tentang agama islam dinilai terlalu lebay….
    Plis deeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhh…jgn lebaaaaaaaaaaaaaayyyy….

    1. fightmaster says:

      Ya gitu deh, As. Heran banget gw sama para ulama ini. Seolah2 dalam mengeluarkan wacana gitu ga dipikirkan dulu mateng2.
      Btw, thanx ya as, udah mampir.

  2. glpro says:

    Muka Buku diharamkan.. ck.ck.ck..
    “Apa KAta Dunia..” itu slogan pajak pak bukan MUI

  3. Jafeto says:

    Facebook haram, jadi sudah setara dengan babi sekarang :)Jaf, bukan muslim tapi Jaf tau sekali bahwa MUI itu tidak mewakili seluruh pemikiran umat muslim, tapi tetap disayangkan kalo karena satu dua hal yang buruk, seribu kebaikkan seolah-olah hilang begitu saja.Mas Adi Blognya bagus 🙂

  4. fightmaster says:

    @Glpro : slogan pajak kan belum dipatenin pak, bisa dong dipake buat MUI…ya semacam “sharing slogan” gitu lahhh. hahahaha…*ngasal mode on

    @Jafeto : Thanx jaf, ini hanya pemikiran logisku aja. Sega la hukum dan peraturan itu harus logis, klo ga logis tentunya akan banyak resistansi. betul gak? Btw, masih bagusan blog mu kok. 😛

  5. rakhman says:

    Tekhnologi terus berkembang, sejalan dengan perkembangan penguasaan IPTEK ! setiap yang dibuat manusia selalu mempunyai 2 sisi ada negatif ada positif, tergantung person yang memakainya mau dibuat baik oke, sebaliknya juga oke ! Pak Kiyai coba kita buat facebook sebagai media da’wah agar pengamalan syareat Islam lebih membumi.

    1. fightmaster says:

      Saya sepakat, mas Rakhman. Sudah waktunya kita Umat Islam menjadi umat yang tidak dipandang oleh orang lain sebagai Umat yang hanya bisa ngebom, mencelakai saudara sendiri dan orang lain, dan hal negatif lainnya. Salam..

  6. amr says:

    Pikir pake otak dong!
    Apa anda beragama islam / mengerti islam?
    makanya jangan setengah2!
    Ini bukti kalo kalian tidak bisa berpikir panjang!

    “Facebook berpotensi menimbulkan perselingkuhan, seks bebas (*nge-seks lewat internet?? gimana caranya tuh?? bisa hamil ga?? ), dan berbagai hal negatif yang menurut mereka membahayakan aqidah umat Islam.”

    Coba cari siapa pendiri FB itu dan untuk apa sebagian uang mereka?
    Sebagian adalah untuk menghancurkan umat islam!
    Belum tahu? cari saja buktinya di GOOGLE
    Wassalam

  7. fightmaster says:

    😀 …tenang mas amr. Justru kami berpikir dengan kepala dingin dan logika yang masuk akal. Agama itu semuanya logis, kecuali dzat dari Sang Khaliq dan hal-hal ghaib ciptaannya.
    Kita tidak perlu memaki dan berkata kotor terhadap Facebook dan para penggunanya…bukankah itu artinya mas amr tergolong para Al Humazah?? (*mudah2an tau artinya) hehe..:-D
    Aku ngajak mas amr nih, Ayo kita berlomba membuat aplikasi IT yang berguna bagi ummat dan menunjukkan bahwa kita ummat Islam adalah ummat Rahmatan lil ‘Alamin. Kalo cuma bisa teriak dan mengumpat, membom orang tak berdosa, melarang ini dan itu yang belum jelas halal haramnya…itu justru mengkerdilkan martabat kita dan Jangan salahkan ummat lain kalo menganggap kita bodoh, primitif, dan pembunuh… 🙂 bener ga mas???

Leave a Reply to amr Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sosial Budaya

Previous article

Saktinya aparat Indonesia..
Just Diary

Next article

Kejenuhan kembali melanda