Doktrinasi Brand, belenggu intelektual yang menyedihkan

Berbicara tentang kekuatan doktrinasi brand produk-produk IT, saya yakin anda pernah mendengar kalimat seperti ini, “Database yang paling hebat itu ya database A. Ga ada yang bisa mengalahkan deh.” Atau kalimat ini, “Hari gini masih pake bahasa pemrograman B?? pake bahasa C dong?”. Yang lebih parah lagi kalo sudah berhubungan dengan Operating System. Linux pasti jadi anak haram yang paling dipinggirkan terutama oleh orang-orang marketing saat melakukan presentasi. “Buah-buahan” selalu jadi icon paling menyegarkan untuk digunakan dalam kegiatan-kegiatan presentasi.

Saya mendapati beberapa pegiat IT justru merasa memiliki prestis dan percaya diri jika menggunakan laptop bergambar buah-buahan Kalau ditanya alasannya, selalu saja jawabannya berhubungan dengan prestis “biar kita ga dipandang sebelah mata oleh klien” (emangnya itu klien semacam Kapten Hook?) . Lain lagi dengan para pengguna Non IT. Kalau diperkenalkan dengan Linux, banyak saja alasannya, mulai dari gak familiar sampai dengan susah dipelajari. Tetapi kalau sama yang buah-buahan itu, tanpa harus diperkenalkanpun mereka tiba-tiba bisa mengoperasikan. Padahal sama-sama gak familiar dan cara mempelajarinya pun sama dengan cara mempelajari Linux .

Lebih menyedihkan lagi doktrinasi-doktrinasi ini bahkan sudah melanda institusi pendidikan. Entah disadari atau tidak, mahasiswa merasa bahasa pemrograman itu memiliki kasta-kasta . misalnya bahasa pemrograman J itu jauh lebih unggul dari bahasa pemrograman P. Padahal kalau di tanya “kelebihannya ada di mana?” jawabannya selalu saja muter2 kemana2 pertanda yang bersangkutan hanya latah, ikut2an menilai kasta bahasa pemrograman tanpa pemahaman . Belum lagi iming-iming perbedaan penghasilan. “kalo kalian menguasai J, gajinya bisa tinggi lho. Kalo bahasa P mah, itu bahasa udah pasaran” .

Beberapa waktu lalu di salah satu klien, saya bahkan menemui kasus yang sangat memalukan. Betapa mereka sangat mengkultuskan salah satu brand database, sehingga menyatakan bisa melakukan  query data lintas brand lain hanya dengan melakukan “grant” terhadap database dengan platform yang berbeda. Seolah-olah kita bisa mengintegrasikan bahan bakar mobil diesel dengan limbah detergent

Penjajahan brand terhadap pola pikir para intelektual bangsa ini telah begitu dalam. Kita terpenjara oleh pengkultusan terhadap brand tertentu. Doktrinasi itu tidak dengan segera disadari oleh para pegiat IT, tetapi justru menikmati pembodohan itu hanya untuk kepentingan diri sendiri, entah untuk alasan gaji, prestis, kasta atau alasan egois lainnya. Saya bermimpi suatu saat para pegiat IT dapat menghilangkan pemikiran sempit tentang kasta-kasta berorientasi brand kemudian mereka berkumpul membentuk sebuah produk tangguh milik bangsa. Lalu tunjukkan pada dunia bahwa intelektualitas kita tidak mudah dijajah dengan doktrin-doktrin sampah yang menyedihkan…

Politik, pembunuh berdarah dingin bagi rakyat

Entah kenapa inspirasi untuk menambahkan catatan-catatan elektronik (e-catatan)  ini  seolah-olah menjadi pola tahunan setiap maret . Tapi masih baguslah, paling nggak masih ada kepedulian terhadap e-catatan ini.

Politik negeri saat ini sedang dalam dinamika yang tidak sehat. Hampir seluruh rakyat Indonesia bahkan tidak berharap ada profesi yang bernama politikus . Bahkan banyak yang menginginkan negara ini kembali ke jaman rezim-rezim lama, bahkan mungkin tidak sedikit yang berharap kembali ke jaman feodalisme.  Faktanya masih banyak rakyat di luar Yogyakarta yang lebih hormat kepada Sultan Keraton Yogyakarta daripada Presidennya sendiri. Continue reading Politik, pembunuh berdarah dingin bagi rakyat

Seleksi Alam untuk kestabilan Pasukan Tempur

Dua tahun !!! 

Waktu yang cukup lama untuk melupakan dunia mengetik bebas ini. Cukup untuk mendapatkan kata “teganya” dari kediaman cyberku ini. Sebenarnya hanya malu. Malu untuk mengakui bahwa betapa sulitnya untuk melepaskan diri dari zona nyamanku setelah post terakhirku begitu menggebu-gebunya aku sesumbar bahwa punya nyali untuk menelusuri jalan setapak yang sudah di depan mata.  Continue reading Seleksi Alam untuk kestabilan Pasukan Tempur

Kenyamanan semu seorang superior

Sebuah obrolan dengan seorang teman yang luar biasa di kantor telah memberiku inspirasi bahwa sudah waktunya aku harus mengambil langkah revolusioner dalam hidupku. Langkah yang harus kujejakkan pada jalan sempit gelap yang didampingi jurang maut di setiap sisinya. Keberanian untuk lepas dari kenyamanan kerja di ruangan ber-AC, pekerjaan-pekerjaan mudah, rekan-rekan kerja yang baik dan bersahabat, dan jaminan kesinambungan. Satu kalimat yang dikatakannya akhirnya menjadi motivasi bagiku untuk bangun dari mimpi indahku agar tersadar bahwa realitas kehidupan sebenarnya tidak seindah mimpi itu Continue reading Kenyamanan semu seorang superior

Web server kontroller GUI untuk KDE Linux

Saya sebenarnya tipe orang yang sangat malas menulis syntax2 shell untk hal-hal yang simple. Hanya untuk merestart web server saja, saya harus mengorbankan tuts-tuts di keyboard untuk dihentak demi tulisan “sudo service apache restart”. Atau harus me-load ulang database dengan kalimat membosankan “sudo service mysql restart” . Padahal kalau di produk-produk M$soft, semuanya hanya bisa dilakukan dengan satu klik saja.  Continue reading Web server kontroller GUI untuk KDE Linux

Bodohlah untuk bisa menjadi atasan….

Selalu saja tengah malam seperti ini, segala curahan keluhan, kekesalan, kebekuan pikiranku tercurah di sini. Masih terpikirkan ucapan seorang rekan di kantor yang mungkin saja ada benarnya. Banyak hal dan persoalan dalam pekerjaan yang mampu aku selesaikan dengan cara-cara yang efektif dan efisien. Namun ternyata justru itu lah yang jadi penyebab aku masih berada pada derajat seperti sekarang ini dalam pekerjaanku…..seorang kuli ketik bahasa komputer yang harus mampu memecahkan segala masalah yang dihadapi dalam dunia IT… Continue reading Bodohlah untuk bisa menjadi atasan….

Mengaktifkan USB peripheral di VirtualBox OSE

Bergelut dengan dunia IT di Indonesia ini memang sedikit menyusahkan. terkadang kita harus munggunakan lebih dari satu Operating System untuk memenuhi permintaan Client. Dan satu hal yang paling menyebalkan dari sifat umum client indonesia adalah pemalas …mmm, maksud saya, terlalu sibuk kalau diminta untuk UAT . Sehingga terpaksa kita sendiri yang melakukannya (**singkatannya jadi DAT dong??)  Continue reading Mengaktifkan USB peripheral di VirtualBox OSE

Refleksi Awal Tahun Pekerja Malam

Sudah hampir 90 malam aku berkeliaran di dunia antar-jaringan (baca:internet) sampe jam 3 – 4  pagi seperti ini. Gila emang, tapi emang baru jam segini aku baru punya waktu untuk mengerjakan project-project yang menumpuk di Ruang Project Management Cyber Office . Rutinitas ini mungkin akan seterusnya aku jalani sampai dengan rumah mungil impianku bisa terbeli. Sampai saat ini pun aku masih bersyukur dikaruniai tenaga dan spirit yang sedikit lebih tinggi derajatnya dibanding teman-teman lain yang maksimal hanya mampu menopang kelopak mata sampai jam 11 malam.  Continue reading Refleksi Awal Tahun Pekerja Malam

Hadirnya sang pembakar semangat….

Setelah sekian lama ‘melupakan’ dunia bloging, hari ini aku kembali menyambangi kediaman cyberku ini. Meskipun banyak yang mesti dibenahi di sana-sini karena lama tidak terurus, hati ini masih sedikit lega kediaman ini belum ambruk…

Semenjak kelahiran putriku yang manis Sabrina Aqila Putri pada tanggal  3 Sept 2010 kemarin, waktuku lebih banyak alokasikan untuk mengurus anak dan keluarga tercinta. Mulai dari pindahan kontrakan karena sudah pasti keluargaku membutuhkan ruang gerak yang lebih luas, mencari2 usaha sampingan, hingga mencari lowongan pekerjaan baru yang bisa memberikan gaji yang sedikit manusiawi. Dua bulan sudah putriku ini lahir ke dunia. Meskipun baru seumur masa aktif pulsa seluler, dia terpaksa sudah harus mengalami berbagai masalah dan menempuh perjalanan2 jauh. Semoga dia bisa kuat menjalaninya.  Kata orang, anak pertama biasanya memiliki rejekinya sendiri yang harus segera dicari oleh ayahnya. “Ayah berjanji, nak. Hakmu itu akan ayah raih untukmu. Doain ayah ya..

Refleksi 3 dekade di dunia

Kembali jari2 ini ku hentakkan untuk merefleksikan perjalanan hidupku yang telah memasuki dekade ke-3. Angka keramat di kalender hari ini dengan sendirinya menampar wajahku agar bangun dari keterlenaanku tentang cepatnya perjalanan waktu. Tiga dekade bukan waktu yang sebentar jika dihadapkan dengan tantangan dunia yang begitu keras.  Waktu bukan sesuatu yang bisa dihabiskan dengan bermain-main. Seharusnya di umur ini aku sudah harus bisa bertindak sebagai khalifah yang benar, bukannya malah berpangku tangan menunggu keluarga yang aku pimpin dilindas kerasnya dunia.

Kebanyakan orang berpandangan sempit tentang sebuah peringatan ulang tahun. Sebuah peringatan ulang tahun dianggap sebagai perayaan, namun buatku peringatan ulang tahun, sebagaimana dia disebut, adalah sebuah peringatan reguler bahwa tahun telah berulang di tanggal kelahiran manusia itu di dunia agar manusia itu sadar bahwa dia telah mendekati saat di mana tahun kembali berulang baginya di alam kubur. Dengan alasan itulah mengapa aku tidak pernah mempublikasikan tanggal lahirku di komunitas manapun aku berada, termasuk di jejaring sosial manapun aku terhubung. Bukan berarti ga pengen ditagih traktiran, hahaha…

Setahun ini sepertinya sedikit sekali hal yang telah aku lakukan dan aku hasilkan. Hanya pernikahan yang aku anggap sebagai suatu kemajuan di tahun ini. Selebihnya hanya jalan di tempat. Aku seolah hanya berdiam diri sementara dunia berputar dengan kerasnya dinamika di dalamnya. Waktu tidur yang sudah aku mampatkan menjadi hanya 3 jam sehari tidak juga mampu membuatku mampu mengejar ketertinggalanku dalam untuk mengimbangi dinamika perputaran dunia ini. Hebat benar kuasa Tuhan ini! Namun kuasa Tuhan tentunya selalu adil, perputaran dunia yang begitu kerasnya selalu diimbangi dengan kemampuan yand diberikan kepada manusia untuk mengatasinya.

Setetes air untuk dahaga Ilmu