Seleksi Alam untuk kestabilan Pasukan Tempur

Dua tahun !!! 

Waktu yang cukup lama untuk melupakan dunia mengetik bebas ini. Cukup untuk mendapatkan kata “teganya” dari kediaman cyberku ini. Sebenarnya hanya malu. Malu untuk mengakui bahwa betapa sulitnya untuk melepaskan diri dari zona nyamanku setelah post terakhirku begitu menggebu-gebunya aku sesumbar bahwa punya nyali untuk menelusuri jalan setapak yang sudah di depan mata.  Continue reading “Seleksi Alam untuk kestabilan Pasukan Tempur”

Kenyamanan semu seorang superior

Sebuah obrolan dengan seorang teman yang luar biasa di kantor telah memberiku inspirasi bahwa sudah waktunya aku harus mengambil langkah revolusioner dalam hidupku. Langkah yang harus kujejakkan pada jalan sempit gelap yang didampingi jurang maut di setiap sisinya. Keberanian untuk lepas dari kenyamanan kerja di ruangan ber-AC, pekerjaan-pekerjaan mudah, rekan-rekan kerja yang baik dan bersahabat, dan jaminan kesinambungan. Satu kalimat yang dikatakannya akhirnya menjadi motivasi bagiku untuk bangun dari mimpi indahku agar tersadar bahwa realitas kehidupan sebenarnya tidak seindah mimpi itu Continue reading “Kenyamanan semu seorang superior”

Bodohlah untuk bisa menjadi atasan….

Selalu saja tengah malam seperti ini, segala curahan keluhan, kekesalan, kebekuan pikiranku tercurah di sini. Masih terpikirkan ucapan seorang rekan di kantor yang mungkin saja ada benarnya. Banyak hal dan persoalan dalam pekerjaan yang mampu aku selesaikan dengan cara-cara yang efektif dan efisien. Namun ternyata justru itu lah yang jadi penyebab aku masih berada pada derajat seperti sekarang ini dalam pekerjaanku…..seorang kuli ketik bahasa komputer yang harus mampu memecahkan segala masalah yang dihadapi dalam dunia IT… Continue reading “Bodohlah untuk bisa menjadi atasan….”

Refleksi Awal Tahun Pekerja Malam

Sudah hampir 90 malam aku berkeliaran di dunia antar-jaringan (baca:internet) sampe jam 3 – 4  pagi seperti ini. Gila emang, tapi emang baru jam segini aku baru punya waktu untuk mengerjakan project-project yang menumpuk di Ruang Project Management Cyber Office . Rutinitas ini mungkin akan seterusnya aku jalani sampai dengan rumah mungil impianku bisa terbeli. Sampai saat ini pun aku masih bersyukur dikaruniai tenaga dan spirit yang sedikit lebih tinggi derajatnya dibanding teman-teman lain yang maksimal hanya mampu menopang kelopak mata sampai jam 11 malam.  Continue reading “Refleksi Awal Tahun Pekerja Malam”

Hadirnya sang pembakar semangat….

Setelah sekian lama ‘melupakan’ dunia bloging, hari ini aku kembali menyambangi kediaman cyberku ini. Meskipun banyak yang mesti dibenahi di sana-sini karena lama tidak terurus, hati ini masih sedikit lega kediaman ini belum ambruk…

Semenjak kelahiran putriku yang manis Sabrina Aqila Putri pada tanggal  3 Sept 2010 kemarin, waktuku lebih banyak alokasikan untuk mengurus anak dan keluarga tercinta. Mulai dari pindahan kontrakan karena sudah pasti keluargaku membutuhkan ruang gerak yang lebih luas, mencari2 usaha sampingan, hingga mencari lowongan pekerjaan baru yang bisa memberikan gaji yang sedikit manusiawi. Dua bulan sudah putriku ini lahir ke dunia. Meskipun baru seumur masa aktif pulsa seluler, dia terpaksa sudah harus mengalami berbagai masalah dan menempuh perjalanan2 jauh. Semoga dia bisa kuat menjalaninya.  Kata orang, anak pertama biasanya memiliki rejekinya sendiri yang harus segera dicari oleh ayahnya. “Ayah berjanji, nak. Hakmu itu akan ayah raih untukmu. Doain ayah ya..

Refleksi 3 dekade di dunia

Kembali jari2 ini ku hentakkan untuk merefleksikan perjalanan hidupku yang telah memasuki dekade ke-3. Angka keramat di kalender hari ini dengan sendirinya menampar wajahku agar bangun dari keterlenaanku tentang cepatnya perjalanan waktu. Tiga dekade bukan waktu yang sebentar jika dihadapkan dengan tantangan dunia yang begitu keras.  Waktu bukan sesuatu yang bisa dihabiskan dengan bermain-main. Seharusnya di umur ini aku sudah harus bisa bertindak sebagai khalifah yang benar, bukannya malah berpangku tangan menunggu keluarga yang aku pimpin dilindas kerasnya dunia.

Kebanyakan orang berpandangan sempit tentang sebuah peringatan ulang tahun. Sebuah peringatan ulang tahun dianggap sebagai perayaan, namun buatku peringatan ulang tahun, sebagaimana dia disebut, adalah sebuah peringatan reguler bahwa tahun telah berulang di tanggal kelahiran manusia itu di dunia agar manusia itu sadar bahwa dia telah mendekati saat di mana tahun kembali berulang baginya di alam kubur. Dengan alasan itulah mengapa aku tidak pernah mempublikasikan tanggal lahirku di komunitas manapun aku berada, termasuk di jejaring sosial manapun aku terhubung. Bukan berarti ga pengen ditagih traktiran, hahaha…

Setahun ini sepertinya sedikit sekali hal yang telah aku lakukan dan aku hasilkan. Hanya pernikahan yang aku anggap sebagai suatu kemajuan di tahun ini. Selebihnya hanya jalan di tempat. Aku seolah hanya berdiam diri sementara dunia berputar dengan kerasnya dinamika di dalamnya. Waktu tidur yang sudah aku mampatkan menjadi hanya 3 jam sehari tidak juga mampu membuatku mampu mengejar ketertinggalanku dalam untuk mengimbangi dinamika perputaran dunia ini. Hebat benar kuasa Tuhan ini! Namun kuasa Tuhan tentunya selalu adil, perputaran dunia yang begitu kerasnya selalu diimbangi dengan kemampuan yand diberikan kepada manusia untuk mengatasinya.

Berusaha menikmati cobaan

Menengok kembali surga cyberku ini membuatku sedikit merasa bersalah. Sudah hampir 2 bulan ternyata aku tidak menuliskan apapun di sini . Bukannya tidak ada yang bisa dicurahkan, tapi memang hampir tidak ada waktu untuk mencurahkannya. Semenjak istriku hamil, praktis hampir seluruh waktuku hanya tercurah untuk keluarga dan pekerjaan di kantor. Laptopku saja baru bisa aku sentuh di atas jam 10 malam, itupun digunakan untuk mencari tambahan penghasilan (*meskipun ga dapet-dapet ) dan mempelajari teknik-teknik pemrograman baru. Praktis waktu tidurku hanya 3 jam dalam sehari selama lebih dari setengah tahun ini. Layar Lucidku baru aku shut down jam 3 pagi, dan aku harus bangun kembali jam 6 pagi  kalau tidak ingin kena SP dari atasan karena sering telat. Subhanallah, aku masih diberi kekuatan untuk tidak jatuh sakit sampai kalimat ini aku tuliskan di sini .  Yang ada dalam tekadku saat ini, apapun akan aku lakukan untuk memberikan kebahagiaan kepada istri dan putri manisku yang akan lahir bulan depan …Insya Allah.

Waktu berjalan sangat cepat ternyata. Rasanya baru saja aku terkejut bahagia setelah istriku mengaku hamil 1 bulan, ternyata ini sudah bulan ke 7 sejak keterkejutanku itu. Padahal aku mempersiapkan apapun, bahkan nama untuk putriku pun masih belum terlintas di benakku. Aku terlalu larut dalam kesibukan mengemis rejeki dan belas kasihan Sang Maha Kaya. Janji-Nya untuk merubah nasibku apabila aku berusaha sekuat tenaga untuk itu, terus aku pinta demi kebahagiaan anak dan istriku. Meskipun pada kenyataannya justru sebaliknya. Cobaan silih berganti menerpa keluarga kami. Mulai dari tidak dibayarnya gaji istriku selama 4 bulan, banyaknya pengeluaran keluarga yang tak terduga, dan sampai dengan isu bahwa perusahaan tempatku bekerja akan gulung tikar. Semuanya tentang materi memang, tapi bagiku tiada kebahagiaan tanpa kecukupan materi. Bahkan ketidakcukupan akan mendekatkan kami kepada kekufuran.

Semuanya telah aku pasrahkan pada Pemilik Jiwa kami. Apalah artinya tenagaku untuk mengatasi ataupun mengantisipasi itu semua, namun aku percaya itu hanyalah sedikit lemparan ion atom ke atas kepalaku untuk menguji apakah kami pantas mendapatkan kasih sayang-Nya.

Cantiknya Lucid Lynx…Love You So Much

Setelah lama bertahan hidup bersama Karmic, akhirnya lahir juga si cantik Lucid Lynx . Dengan gelar LTS-nya alias Long Term Supportnya telah membuatku tanpa berpikir panjang untuk meminangnya dari repository http://ubuntu.pesat.net.id. Begitu terpesonanya aku terhadap kecantikannya, hingga aku bahkan rela cuti kerja hari ini agar dapat menikmatinya sepanjang long weekend ini . Librarynya semakin lengkap , apalagi dengan setting Compiz manager nya yang semakin mudah.  Continue reading “Cantiknya Lucid Lynx…Love You So Much”

Fightmaster Junior menyapa

Kebahagiaan orang-orang pada pesta tahun baru 2010 kemarin, tidak bisa mengalahkan kebahagiaanku saat ini.  Setitik cikal bakal “fightmaster junior” berumur 1 bulan  pada foto USG rahim istriku membuatku tidak mampu berkata-kata lagi selain “alhamdulillah”. Benar, istriku hamil! Jika Allah mengijinkan, 8 bulan lagi aku akan menjadi seorang suami yang berlabel ‘Bapak’. Maha Besar Engkau, Wahai Maharaja Arwahku.

Impian kami untuk menjadi keluarga yang lengkap telah meningkat satu fase. Aku bahkan tidak peduli lagi dengan padatnya jadwal kesibukan, banyaknya tanggungan pekerjaan di kantor maupun project2 sampingan yang telah mendekati deadline. Yang ada dalam pikiranku saat ini hanyalah bagaimana memanjakan istri dan jagoan cilik ini.  Tanpa aku sadari, rejeki si junior ini pun telah diturunkan oleh Allah bersamaan dengan terciptanya sang insan.  Post ini aku tuliskan untuk sedikit mencubit kesadaranku. Jika suatu saat aku dapat membaca kembali tulisan ini, artinya saat ini aku tidak sedang tidur dan bermimpi indah. Seorang bajingan seperti aku bisa memiliki keluarga yang begitu bahagia, aku tidak sedang bermimpi kan? Ya Allah, jika aku sedang bermimpi, kumohon jangan bangunkan aku selamanya dari mimpi ini.

Ketika kebahagiaanku tiba

Wuaaaahhh…lama banget aku ga ngeblog. Sejak post terakhir tentang kekecewaan Ramadhan atas diriku. Kesibukan-kesibukan harian telah membuatku meninggalkan surga cyberku ini.

Di akhir Ramadhan kemarin kulepaskan masa lajangku dengan menikahi bidadari hatiku di sebuah kota santri. Kehidupanku berlanjut dalam sebuah keluarga kecil bahagia di tengah padat dan sumpeknya kota metropolitan ini. Tiga bulan telah terlewati tanpa terasa karena kebahagiaan ini. Kehidupan religius pelan-pelan mulai aku jalani atas bimbingan istri tercinta dalam menata hati ini. Tiada lain yang pantas aku lakukan selain bersyukur atas anugerah ini.

Di sisi lain, pekerjaan di profesiku mulai berdinamika. Diangkat menjadi karyawan tetap, namun justru turun posisi. dengan alasan skill dan kemampuan yang minim.  Atasan pun berpindah tangan dari yang bertipe think smart ke atasan yang bertipe work hard (mengutip istilah rekan kerja). Sebagian teman-teman yang bekerja di luar perusahaan ini beranggapan aku begitu bodoh karena masih saja tidak mau bersyukur atas kemapanan pekerjaan yang telah aku raih. Tapi bagiku, ini bukan mapan tapi bunuh diri. Berkutat sebagai seorang ahli dengan atasan berpengetahuan nol tentang bidangku. Walhasil, selalu saja beda pendapat terjadi dan berujung pada pertengkaran yang nggak penting. Keputusan di tangan atasan, akan tetapi kalo ada masalah dengan keputusannya, aku yang harus membereskan dengan alasan itu tanggung jawabku. Bertahan untuk sementara waktu, mungkin itu yang bisa aku lakukan saat ini sambil menunggu waktu yang tepat untuk melambungkan e-nixsoft dalam genggaman tangan kami sendiri bersama teman2 seperjuangan….seperjuangan dalam menjalani kehidupan keras metropolitan.

Namun ini hanya masalah kecil. Tidak akan pernah menjadi sebuah halangan yang berarti bagi kebahagian rumah tangga yang aku bangun.  Rejeki di tangan Sang Pencipta Nafsu, bukan ditangan atasanku ataupun perusahaan. Itu yang selalu aku yakin dan akan terus aku yakini.